Indonesia Darurat Mental: 28 Juta Warga Diprediksi Alami Gangguan Jiwa.

2 Min Read

Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan mental yang serius. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa berdasarkan rasio global yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) — yaitu bahwa satu dari delapan hingga satu dari sepuluh orang di seluruh dunia mengalami gangguan kesehatan mental — setidaknya 28 juta penduduk Indonesia berpotensi mengalami gangguan jiwa jika angka tersebut diterapkan pada populasi sekitar 280 juta jiwa di Indonesia.

Menkes

Namun kenyataannya, data deteksi kasus melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Temuan dari skrining mengungkap bahwa kurang dari 1 % orang dewasa dan sekitar 5 % anak serta remaja teridentifikasi memiliki gejala gangguan mental, angka yang jauh di bawah estimasi WHO.

Stigma sosial menjadi salah satu penyebab utama masalah ini tersembunyi. Di banyak komunitas, gangguan mental masih disalahartikan sebagai tanda “kegilaan” atau kelemahan, sehingga masyarakat enggan melakukan skrining atau menerima bantuan profesional. Rasa malu, takut dihakimi, dan stereotip negatif membuat banyak orang memendam permasalahan mereka sendiri.

28 juta Gangguan jiwa

Akibatnya, meskipun jutaan warga mungkin membutuhkan dukungan kesehatan jiwa, sangat sedikit yang terdiagnosis atau menerima perawatan yang tepat. Hal ini memperkecil kemungkinan intervensi dini dan meningkatkan risiko gangguan yang berkembang menjadi lebih berat.

Sudah saatnya Indonesia mengakui bahwa gangguan mental bukanlah aib. Mengedukasi masyarakat, mengurangi stigma, dan mempermudah akses ke layanan kesehatan jiwa — termasuk skrining dan konseling — adalah langkah penting untuk menyelamatkan jutaan nyawa dan mendorong masyarakat yang lebih sehat secara mental.

Share This Article
3 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x