Isu belatung dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diunggah siswa belakangan ini memicu hangatnya perdebatan di publik Indonesia. Sebuah unggahan video menunjukkan adanya belatung dalam makanan MBG yang dibagikan di sekolah, langsung menjadi viral di media sosial.

Menanggapi hal ini, Dewan Pakar BGN, Ikeu Tanziha, menyatakan bahwa tindakan mempublikasikan temuan tersebut bukan langkah yang tepat. Ia justru mempertanyakan manfaat dari unggahan semacam itu dan menilai media sosial bukan ruang terbaik untuk menyelesaikan masalah pendidikan nutrisi.
Menurutnya, siswa yang menemukan masalah pada menu MBG seharusnya melapor melalui jalur resmi di sekolah, misalnya kepada guru, agar segera ditangani dengan baik.

Pernyataan ini mendapat beragam respons dari masyarakat, banyak yang menilai bahwa melaporkan masalah kesehatan layak diumumkan demi perbaikan kualitas. Bahkan beberapa netizen menyindir pernyataan bahwa memposting belatung berarti “tidak bersyukur”.
Isu ini mencerminkan tantangan dalam komunikasi kebijakan publik dan pentingnya respons cepat terhadap masalah mutu pangan di program berskala besar.

