Kementerian Dalam Negeri menegaskan perekonomian Indonesia masih berada pada jalur yang kuat dan terjaga, bahkan menunjukkan performa lebih baik dibanding sejumlah negara tetangga maupun anggota G-20. Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menyebut ketahanan ekonomi nasional
tercermin dari berbagai indikator makro, khususnya laju pertumbuhan dan pergerakan inflasi selama beberapa bulan terakhir.
Tomsi menjelaskan, pada kuartal III 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04%. Capaian tersebut menempatkan Indonesia pada posisi keempat di kawasan Asia Tenggara dan urutan ketiga di antara negara G-20. Secara global, Indonesia berada pada peringkat 45 dari 185 negara, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi masih berlanjut meski tekanan ekonomi dunia belum sepenuhnya mereda. Dari sisi stabilitas harga, inflasi nasional tetap berada di level rendah dalam tiga bulan terakhir, yakni di bawah 3% year on year. Inflasi tercatat 2,65% pada September, 2,86% di Oktober, dan kembali turun menjadi 2,72% pada November. Secara rata-rata, posisi inflasi Indonesia berada di peringkat 86 dari 186 negara di dunia.
Tomsi menambahkan bahwa hasil positif ini tidak lepas dari tantangan besar yang dihadapi Indonesia sebagai negara berpenduduk besar dengan wilayah sangat luas. Ia menekankan bahwa kondisi logistik dan distribusi di Indonesia jauh lebih kompleks dibanding negara kecil, sehingga capaian inflasi yang terjaga menunjukkan efektivitas pengendalian pemerintah.

