Dampak Wacana Koalisi Permanen Golkar, Parpol Mulai Bergerak Hati-Hati

2 Min Read

Gagasan koalisi permanen yang diusulkan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mulai memunculkan reaksi dari sejumlah partai, terutama PDIP dan PKS. Menurut Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago, respons cepat kedua parpol itu menunjukkan bahwa ide tersebut dipandang sebagai manuver politik yang layak diwaspadai di tengah pola kepemimpinan Prabowo Subianto yang inklusif menjelang kontestasi 2029. Arifki menilai posisi PDIP masih belum jelas karena tidak berada dalam pemerintahan, namun tetap memberi dukungan dari luar. Sementara PKS disebut memiliki rekam hubungan yang naik-turun dengan Prabowo.

Pernah berada dalam satu barisan koalisi, hubungan keduanya merenggang saat PKS mendukung Anies pada Pilpres 2024. Kini, peluang memperoleh jatah
kursi menteri dinilai menjadi nilai tawar penting bagi PKS. Ia juga menyoroti sentilan Bahlil kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar terkait isu banjir Sumatra. Hal itu menurutnya menggambarkan bahwa dinamika di antara partai pendukung pemerintah tidak sepenuhnya mulus. Cak Imin, sebagai mantan cawapres Anies, dinilai masih memiliki magnet elektoral yang membuatnya tetap relevan bagi kelompok oposisi.

Arifki menegaskan bahwa jika wacana koalisi permanen benar-benar diproses, setiap partai akan mulai berhitung ulang posisi strategisnya. Prabowo dinilai mampu merangkul banyak kekuatan, namun langkah itu juga berpotensi mengurangi ruang tawar partai pengusung awal. Karena itu, ia memprediksi peta politik menuju 2029 akan jauh lebih cair, dengan berbagai kemungkinan pasangan dan konfigurasi kekuasaan yang dapat terbentuk.

Share This Article
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x