ADB Naikkan Prediksi Ekonomi Indonesia, Didukung Kinerja dan Kebijakan Pemerintah

2 Min Read

Asian Development Bank (ADB) memperbarui proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025, meningkatkan angka perkiraan dari semula 4,9 persen menjadi 5,0 persen. Revisi ini muncul setelah ADB mencatat performa ekonomi yang lebih kuat dari estimasi pada kuartal ketiga, terutama berkat dorongan ekspor dan stabilnya investasi dalam negeri. Dalam laporan Asian Development Outlook edisi Desember 2025, ADB juga menambah proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 5,0 persen.

ADB menjelaskan bahwa pertumbuhan PDB pada kuartal ketiga 2025 yang mencapai 5 persen secara tahunan menjadi salah satu penentu revisi ke atas tersebut. Aktivitas ekspor yang meningkat ke Tiongkok, negara-negara ASEAN, Amerika Serikat, dan Eropa turut memperkuat prospek ekonomi. Selain itu, investasi tetap menunjukkan ketahanan meski perlambatan sempat terjadi, ditopang oleh belanja modal untuk pembangunan dan peralatan. Dari sektor manufaktur, ADB mencatat adanya sinyal ekspansi berkelanjutan. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Indonesia berada di atas level 50 selama Agustus hingga Oktober, mencerminkan meningkatnya aktivitas industri. ADB menilai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah yang lebih akomodatif turut memperkuat permintaan domestik, sehingga memberikan ruang bagi revisi pertumbuhan yang lebih optimis.

Sementara itu, Apindo memprediksi ekonomi Indonesia pada awal 2026 tumbuh di kisaran 5 hingga 5,4 persen. Meski tetap optimistis, dunia usaha disebut masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian global. Faktor musiman pada kuartal pertama—seperti momentum tahun baru, Imlek, dan Ramadan— diperkirakan menjadi pendorong utama konsumsi, sementara kuartal berikutnya perlu diwaspadai jika dorongan investasi tidak cukup kuat.

Share This Article
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x